Penyusunan Urutan Laporan Keuangan yang Benar Agar Mudah Dipahami

2 min read

Penyusunan Urutan Laporan Keuangan yang Benar Agar Mudah Dipahami

Penyusunan Urutan Laporan Keuangan yang Benar Agar Mudah Dipahami – Urutan laporan keuangan memang harus benar supaya bisa urut dan tentunya mudah untuk dipahami bagi yang membacanya. Selain itu, dengan urutan yang benar, maka akan memudahkan dalam melakukan proses analisa.

Seperti yang kita ketahui bahwa laporan keuangan merupakan suatu dokumen yang berisi catatan tentang keuangan.

Laporan ini biasanya dibuat ke dalam periode tertentu dan ditentukan oleh kebijakan dari perusahaan tersebut.

Jadi, tidak ada pedoman yang resmi dalam mengatur terkait periode penyusunan dari laporan keuangan tersebut.

Pasalnya, hal ini tergantung dari kebutuhan maupun tuntutan lingkungan di suatu perusahaan.

Beberapa Urutan Laporan Keuangan yang Tepat

Di dalam usaha tentunya akan menggunakan pencatatan untuk segala jenis transaksi yang akan terjadi.

Entah itu dari dana keluar maupun dari dana yang menjadi sebuah profit di bisnis tersebut.

Sehingga semua itu harus dicatat di dalam buku urutan laporan keuangan untuk mengetahui perkembangan mengenai bisnis anda.

Baca Juga: Cara Menurunkan Berat Badan 10 kg Dalam 3 Hari, dijamin Berhasil.!

Sehingga ini akan memudahkan anda ketika akan mengambil keputusan.

1. Mengumpulkan dan Mencatat Segala Transaksi

Seluruh transaksi yang sudah anda lakukan, jangan lupa untuk segera dicatat serta berikan pula bukti transaksi tersebut.

Karena dalam transaksi yang lengkap dengan bukti lebih memudahkan untuk pembukuan nantinya.

Beberapa transaksi yang harus anda catat seperti transaksi penjualan, pertukaran barang, pembelian, dan jenis transaksi lainnya.

Sehingga segala macam transaksi seperti ini harus dicatat di dalam jurnal secara detail.

2. Menganalisis Transaksi

Urutan laporan keuangan yang kedua setelah melakukan pencatatan, selanjutnya anda harus segera menganalisis hasil transaksi tersebut.

Analisis ini berguna sebagai mengetahui terkait kebenaran akan data-data tersebut.

Kemudian akan diproses ke tahap lebih lanjut lagi. Dari setiap analisis ini juga akan berakibat pada kredit maupun debit.

3. Memposting Jurnal

Selanjutnya anda bisa memposting jurnal tersebut ke dalam buku besar yang biasanya digunakan untuk menyalin dari beberapa jurnal untuk jadi satu.

Sedangkan untuk pembuatan buku besar, anda hanya perlu menyalinnya saja tidak tulis ulang.

Meskipun demikian, saat penyalinan ada wajib memperhatikan mengenai ketelitiannya saat menyalin jurnal tersebut.

Sebab, salah meski hanya satu nominal saja bisa berakibat hasil akhir dengan jumlah yang berbeda. Sehingga anda harus benar-benar teliti ketika akan menyalinnya ke buku besar.

4. Susun Neraca Saldo

Neraca saldo adalah alat yang sering digunakan guna memantau antara keseimbangan kredit dan debit.

Jadi, urutan laporan keuangan dalam neraca saldo harus bisa dikelompokkan secara terpisah.

Agar transaksinya tidak bercampur, maka susunannya harus rapi agar memudahkan untuk melakukan pengecekan apabila ada kesalahan.

Dengan pembuatan neraca saldo yang benar, maka perusahaan bisa tahu posisi sekarang.

5. Kumpulkan Data dan Menyusun Neraca Lajur

Jurnal biasanya hanya akan digunakan ketika waktu tertentu saja, hal ini karena ada beberapa jenis transaksi yang belum tercatat.

Apabila hal ini anda lakukan, maka tidak akan pernah terjadi permasalahan terutama di akhir periode nantinya.

Selanjutnya anda perlu menyusun neraca lajur yang merupakan sebuah kertas dari neraca saldo yang sudah sesuai dengan jurnal penyesuaian.

Hal ini dilakukan guna memudahkan ketika akan menyusun laporan keuangan yang selanjutnya akan dibuat.

6. Menutup Rekening dan Menyusun Neraca Saldo Setelah Penutupan

Urutan laporan keuangan berikutnya adalah dengan menyesuaikan dan menutup rekening.

Karena ketika membuat buku besar, anda bisa melihat beberapa rekening, entah rekening masuk atau rekening keluar.

Untuk menutup rekening, anda bisa melakukan dengan pemindahan rekening laba rugi ke saldo laba rugi.

Selanjutnya anda harus menyusun neraca saldo dengan tujuan untuk menulis beberapa dari rekening real yang tidak akan ditutup.

Hal ini bertujuan untuk bisa mengecek debit maupun kredit yang masih tetap terbuka.

7. Membuat Laporan Keuangan dan Laba Rugi

Dengan urutan laporan yang sudah ditulis serta disusun secara rapi, maka akan membuat laporan keuangannya lebih akurat.

Sehingga dalam hal ini, anda sudah bisa membuat urutan tersebut dengan benar dan tepat.

Jika laporan selesai, urutan laporan keuangan yang terakhir adalah dengan membuat laporan dari laba rugi. Apabila rugi, maka segera tingkatkan kualitas kinerjanya.

Namun jika kinerjanya tidak saat rugi, maka perusahaan akan mengalami keuntungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *